Wabup Puncak Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKII Rehobot Nipuralome

K.F: Jemaat GKII Rehobot Nipuralome Daerah Ilaga Tengah, Kabupaten Puncak, menggelar ibadah dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja pada Kamis, 16 Juli 2026.
ILAGA –
Jemaat GKII Rehobot Nipuralome, Distrik Ilaga , Kabupaten Puncak, resmi memulai
pembangunan gedung gereja baru. Prosesi ibadah dan peletakan batu pertama
berlangsung khidmat, dengan semangat kebersamaan jemaat serta dukungan penuh
dari pemerintah daerah, dihadiri oleh Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal,
S.E., M.M, pada Kamis (16/07/2026).
Turut hadir jajaran Pemerintah Distrik
Ilaga, pimpinan daerah GKII, para gembala jemaat, majelis gereja, tokoh adat,
tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat setempat.

Ibadah diawali dengan perenungan Firman
Tuhan yang terambil dari Mazmur 127:1, "Jikalau bukan TUHAN yang
membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnyahttps://puncakkab.go.id."
Ketua Daerah GKII Ilaga Tengah, Pdt. Theis
Wonda, S.Th., dalam pesan rohaninya menekankan bahwa pembangunan gereja ini
merupakan bagian dari karya Tuhan. Ia mengajak seluruh jemaat untuk bersatu
hati.
"Kita sebagai manusia tidak bisa
menolak, mengurangi, atau menambah rencana Tuhan. Oleh karena itu, mari kita
bangun gereja ini dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan sukarela demi
memuliakan nama Tuhan," tegas Pdt. Theis Wonda.

Peletakan batu pertama dilakukan secara
simbolis oleh Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, didampingi Pdt. Theis Wonda
dan Ketua Panitia Pembangunan, Yermin Kogoya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Naftali
Akawal mengapresiasi semangat jemaat dan mengajak mereka untuk meneladani
kegigihan dalam membangun rumah Tuhan, sebagaimana tertuang dalam Kitab Hagai
1:8. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara gereja dan pemerintah sangat
penting bagi pembangunan kesejahteraan umat di Kabupaten Puncak.
"Saya mengajak Bapak dan Ibu jemaat
untuk terus berdoa dan bekerja. Saya berkomitmen akan mengawal proposal
pembangunan ini agar dapat masuk dalam perencanaan Pemerintah Daerah Kabupaten
Puncak," ujar Naftali.
Naftali menambahkan, Kabupaten Puncak
dibuka melalui Injil Yesus Kristus, sehingga pemerintah daerah berkomitmen
untuk memberikan dukungan penuh terhadap segala kegiatan rohani, sesuai dengan
kemampuan keuangan daerah.

Ketua Panitia Pembangunan, Yermin Kogoya,
mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan hasil pergumulan panjang yang dimulai
sejak rapat jemaat pada 15 Juni 2015. Selama sebelas tahun terakhir, jemaat
telah berupaya melakukan penggalangan dana secara swadaya.
"Kami berharap Pemerintah Daerah dapat
menindaklanjuti proposal yang telah kami serahkan agar proses pembangunan
berjalan lancar hingga selesai. Kepada seluruh jemaat, mari kita tetap menjaga
kekompakan dan semangat gotong royong hingga rumah Tuhan ini berdiri,"
harap Yermin.
Acara yang berlangsung penuh sukacita tersebut diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah yang mempererat tali persaudaraan antarwarga dan jemaat. (Diskominfo Puncak)