Wagub Papua Tengah dan Bupati Puncak Buka konferensi Sinode ke-IV GKII Wilayah II

K.F: Foto Bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Bupati Puncak, Wakil Bupati Mimika, dan Peserta Sidang Sinode.

TIMIKA – Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley bersama Bupati Puncak Elvis Tabuni dan para hamba Tuhan secara resmi membuka Konferensi Sinode ke-IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah di Gedung Graha GKII Timika, Selasa (13/10/2026).

Konferensi diawali dengan peresmian Gedung Graha GKII Timika melalui pengguntingan pita oleh Bupati Puncak Elvis Tabuni disaksikan oleh Wakil Gubernur Papua tengah Deinas geley, dilanjutkan dengan ibadah dan pembukaan konferensi. Direncanakan konfrensi ini akan berlangsung pada 13-17 Oktober 2026 mendatang. Konferensi dihadiri delegasi dari 28 klasis di bawah naungan GKII Wilayah II Papua Tengah, yang berasal dari Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Puncak Jaya.

Konferensi ini semula direncanakan berlangsung di Kabupaten Puncak sebagai tuan rumah. Namun, karena kondisi keamanan yang kurang kondusif dan juga fasilitas lainnya, pelaksanaannya dipindahkan ke Timika. Ketua panitia tetap dijabat Thomas Tabuni, yang saat ini menjabat Ketua DPRK Puncak.


Wakil Gubernur Deinas Geley mengatakan, konferensi ini merupakan sidang tertinggi di GKII dan akan memilih ketua sinode GKII wilayah II Papua tengah,untuk periode 2026-2031 dari sejumlah calon yang ada. Menurutnya, siapa pun yang terpilih adalah kehendak Tuhan, dan ketua terpilih harus ingat bahwa ia dipilih untuk melayani, bukan dilayani.

Ia meminta seluruh warga GKII di delapan kabupaten dan 28 klasis di Papua Tengah loyal kepada ketua terpilih agar pelayanan kepada umat tetap berjalan dengan baik.

“Yang tidak terpilih jangan lagi membuat kelompok. Jangan karena kalah, lalu kita membuat gereja sendiri atau organisasi sendiri. Itu tidak boleh. Gereja ini harus dijaga, siapa pun yang terpilih, semua umat harus loyal,” ajaknya.

Ia menambahkan, GKII merupakan gereja terbesar di Papua Tengah. Pemuda GKII, yang disebutnya tulang punggung gereja, diminta bersatu dan bekerja sama dengan para hamba Tuhan untuk melayani umat. Gereja dan pemerintah, katanya, adalah mitra yang perlu berkolaborasi karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa gereja, agar pembangunan dan kedamaian bisa dirasakan masyarakat.

Bupati Puncak Elvis Tabuni mengatakan, konferensi sinode bukan sekadar kegiatan berkumpul dan memilih pengurus, tetapi kesempatan bagi gereja untuk meninjau pelayanan yang telah dilakukan, mengevaluasi kekurangan, dan menyusun rencana pelayanan ke depan.


“Perbedaan pendapat dalam konferensi adalah hal biasa, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita terpecah. Mari kita mengutamakan kasih, persaudaraan, dan kehendak Tuhan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.

Elvis juga menyampaikan bahwa konferensi ini seharusnya digelar di Kabupaten Puncak agar masyarakat dan jemaat di sana ikut merasakan sukacita dan berkatnya. Namun, menurutnya, keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan harus menjadi perhatian bersama. Ia mengajak semua pihak mendoakan Kabupaten Puncak agar aman dan damai.

Menurut Elvis, pembangunan daerah tidak hanya soal jalan, gedung, sekolah, dan rumah sakit, tetapi juga membangun manusia, memperkuat iman, dan membentuk karakter. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan gereja, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat.

Ia mengajak para hamba Tuhan terus memberikan penguatan rohani, mengajak generasi muda menjauhi kekerasan, serta menanamkan semangat belajar, bekerja, dan membangun masa depan. Ia juga berharap GKII meningkatkan pelayanan kepada jemaat, memperhatikan pendidikan anak, membina generasi muda, dan mendukung peningkatan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

“Gereja melayani umat melalui Firman Tuhan dan pembinaan iman, sedangkan pemerintah menjalankan tugas pembangunan dan pelayanan publik. Keduanya memiliki peran masing-masing, tetapi dapat saling mendukung,” katanya.

Ketua Panitia Thomas Tabuni menjelaskan, konferensi diikuti 28 klasis dari Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Puncak Jaya. Setiap klasis mengirim 10 perwakilan. Dengan tim pemantau, tim pansehat dan hamba-hamba Tuhan, dan unsur lainnya, jumlah yang hadir diperkirakan 700-800 orang sehingga banyak yang harus diakomodasi.

Ia mengatakan pemilihan ketua sinode nantinya akan dilaksanakan oleh peserta konferensi sendiri. Namun, ia percaya perwakilan klasis sudah mengarah pada figur yang pasti dipilih oleh Tuhan, yaitu figur yang muda, dengan kemampuan intelektual yang juga dinilai penting.


 “Siapa pun yang terpilih adalah pilihan Tuhan, dan kita harus mendukung demi pelayanan umat ke depan,” katanya.

Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah Pdt. Hans Wakerkwa periode 2021-2026, mengatakan, konferensi lima tahunan ini bertujuan mengevaluasi dan merumuskan arah pelayanan lima tahunan ke depan, juga menjadi forum pengambilan keputusan strategis termasuk soal kepengurusan di tingkat sinode wilayah II, serta menyusun program kerja lima tahun,yang berdampak bagi jemaat di setiap klasis.

Kata Hans, sesuai tema GKII periode pelayanan 2026-2031, “Bertumbuh Bersama”, itu artinya gereja mengajak setiap orang bertumbuh bersama.

“Tidak boleh satu orang pun mati sia-sia, entah karena sakit, konflik bersenjata, maupun perang suku, karena manusia berharga di mata Tuhan,” ujarnya.

Ia menghimbau agar umat saling menjaga dan menciptakan kedamaian serta ketenangan, mulai dari keluarga, jemaat, klasis, hingga sinode se-Tanah Papua. Ia juga berterima kasih kepada panitia, Pemerintah Kabupaten Puncak sebagai tuan rumah, dan sejumlah kabupaten di Papua Tengah yang mendukung kegiatan ini.

“Selama kita hidup, pelayanan ini akan tetap berjalan sampai Tuhan Yesus datang. Hidup ini untuk Tuhan, itu motto orang tua kita, generasi saat ini dan yang akan datang,” tambahnya. (Diskominfo Puncak)