Pengadaan Barang dan Jasa Tanah Papua Harus Beri Dampak Nyata, LKPP Dorong Transformasi Lewat Rakor di Timika

K.F : Penyerahan apresiasi kepada kepala-kepala UKPBJ se-Tanah Papua
TIMIKA — Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah (LKPP) mendorong agar pengadaan barang dan jasa pemerintah di Tanah
Papua tidak sekadar berfokus pada pemenuhan administrasi, melainkan mampu
menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan
dan Pembinaan Sumber Daya Manusia LKPP RI, Suharti, dalam Rapat Koordinasi
(Rakor) Pengadaan Barang/Jasa se-Tanah Papua Tahun 2026. Kegiatan ini digelar
oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa
(BPJ) Sekretariat Daerah di Ballroom Hotel Horison Diana, Kabupaten Mimika,
Rabu (23/9/2026).
Rakor yang berlangsung selama dua hari pada 23–24 September
2026 ini diikuti oleh sekitar 300 peserta. Hadir pula unsur pemerintah provinsi
dan kabupaten/kota se-Tanah Papua, sekretaris daerah, kepala UKPBJ, pejabat
pengadaan, pejabat fungsional, serta narasumber dari LKPP, Kementerian Dalam
Negeri, KPK, dan instansi terkait.

Rangkaian acara pembukaan turut diisi dengan penandatanganan
deklarasi sebagai rencana tindak lanjut Rakor. Selain itu, diserahkan pula
penghargaan atas capaian terbaik penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Usaha
Mikro Kecil (UMK) Semester I Tahun 2026 kepada Pemerintah Provinsi Papua serta
enam kabupaten, yakni Sarmi, Manokwari, Maybrat, Lanny Jaya, Asmat, dan Puncak,
dari Kabupaten Puncak dihadiri oleh PLT. kepala Unit pengadaan barang dan jasa
Kabupaten Puncak Hans Ibo.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia LKPP RI, Suharti, menekankan bahwa karakteristik wilayah Papua yang luas, tantangan geografis, konektivitas yang belum merata, tingginya biaya logistik, serta beragamnya kapasitas pasar lokal menuntut adanya strategi pengadaan yang adaptif.

"Pengadaan harus menjadi instrumen strategis
pembangunan, bukan hanya sekadar proses administratif," tegas Suharti. Ia
juga mendorong pemda se-Tanah Papua untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor
antara OPD, PPK, UKPBJ, Bappeda, APIP, pelaku usaha, UMKM, hingga masyarakat
agar manfaatnya dirasakan secara luas.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda
Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi Papua Tengah sekaligus
membuka acara secara resmi melalui pemukulan tifa, memaparkan empat pilar utama
yang perlu diperkuat, yaitu Kebijakan dan perencanaan, Kelembagaan dan sumber
daya manusia, Digitalisasi dan pasar, Pengawasan dan pelayanan publik.
"Saya berharap forum ini tidak berhenti sebagai
kegiatan seremonial semata, melainkan mampu menghasilkan dampak jangka panjang
yang nyata bagi masyarakat Papua," ucap Tumiran.

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
Provinsi Papua Tengah, Martinus Agapa, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa
rakor ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Rakor PBJ Setda Papua Tahun
2025 yang menunjuk Provinsi Papua Tengah sebagai tuan rumah.
"Rakor ini menjadi wadah koordinasi, sinkronisasi
kebijakan, dan penguatan tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah di
seluruh wilayah Tanah Papua," ujar Martinus. (Diskominfo Puncak)