Ancaman El Niño dan Kekeringan, Bupati Puncak Imbau Warga Tak Sembarangan Gunakan Api

ILAGA –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El
Niño telah melanda sebagian wilayah Indonesia dengan intensitas yang
diperkirakan melebihi kategori kuat. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan
di berbagai daerah, termasuk wilayah Indonesia Timur, Papua Pegunungan, dan
secara khusus Kabupaten Puncak.
Merespons potensi bencana tersebut, Bupati
Puncak, Elvis Tabuni, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warganya untuk
mencegah terjadinya kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman.
Bupati menyampaikan bahwa pemerintah pusat
sebelumnya telah mengingatkan seluruh daerah mengenai bahaya kekeringan akibat
El Niño.
"Pemerintah sudah memberikan
peringatan bahwa tahun ini Indonesia, khususnya wilayah timur termasuk Papua
Pegunungan dan Kabupaten Puncak, akan menghadapi kekeringan akibat El Niño.
Sekarang kita sudah melihat sendiri dampaknya. Karena itu, saya minta seluruh
masyarakat benar-benar menjaga kewaspadaan," tegas Bupati Elvis Tabuni di
kediamannya di Gome, Selasa (4/8/2026).

Menurut Bupati, dampak kekeringan kini
mulai melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Puncak yang mencakup 25 distrik.
Beberapa di antaranya meliputi Distrik Ilaga, Gome, Omukia, Ilaga Utara, Gome
Utara, Agandugume, Lambewi, Sinak, Beoga, Wangbe, serta distrik lainnya.
Ia meminta
masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan mengingat rumput dan semak belukar
yang mengering sangat rentan serta mudah terbakar.
"Bagi warga
saya di Kabupaten Puncak, dengar baik-baik. Jangan ada yang membawa api
sembarangan. Jangan membakar hutan maupun rumput. Kalau membuka kebun, siapkan
tempat khusus untuk api dan pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Jangan sampai api menyebar dan membakar rumah, pagar, kebun, maupun lahan
masyarakat," imbau Bupati.
Ia menekankan
bahwa tidak melarang warga untuk membuka kebun. Namun, aktivitas pembakaran
rumput, semak, maupun hutan secara sembarangan sangat dilarang karena berisiko
memicu kebakaran hebat.
Selain ancaman
kekeringan, beberapa wilayah di Kabupaten Puncak sebelumnya juga sempat
terdampak bencana hidrometeorologi berupa hujan es dan embun salju, yakni di
Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi. Bencana tersebut sempat mengakibatkan
gagal panen, kematian ternak, hingga gangguan kesehatan pada warga.
Bupati
menambahkan, saat ini Pemerintah Daerah bersama TNI dan Polri tengah fokus
menangani dampak bencana di Distrik Agandugume, sehingga jangan lagi bencana
ini ditambah dengan adanya bencana kebakaran lagi, ini yang perlu diantisipasi
oleh warga masyarakat.
"Kalau api
menyebar, bisa membakar gereja, rumah warga, kantor kampung, hingga fasilitas
umum lainnya. Siapa yang akan bertanggung jawab? Karena itu, jangan membawa api
sembarangan. Jika menggunakan api di lahan, pastikan benar-benar padam sebelum
pulang," ujarnya.
Tak lupa, Bupati
juga mengingatkan warga yang merokok agar tidak membuang puntung rokok secara
sembarangan, terutama di area semak dan rumput kering. Puntung rokok yang
menyala kecil sekalipun berisiko besar menghanguskan pemukiman dan fasilitas
umum.
Di akhir
imbauannya, Elvis Tabuni meminta seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh
adat, kepala suku, tokoh pemuda, pimpinan gereja, kepala kampung, hingga kepala
distrik—untuk bergerak bersama menyosialisasikan peringatan ini.
Ia berharap
imbauan pencegahan kebakaran ini dapat diumumkan secara rutin di gereja-gereja
setiap hari Minggu maupun dalam berbagai pertemuan warga, khususnya di wilayah
yang rawan seperti Kago, Gome, Mundidok, Pinapa, Mayuberi, dan sekitarnya.
"Saya
mengajak seluruh rakyat Kabupaten Puncak untuk menjaga lingkungan, menghindari
penggunaan api secara sembarangan, dan bersama-sama mencegah terjadinya
kebakaran. Mari kita jaga daerah kita agar tetap aman. Tuhan Yesus memberkati.
Semangat, Puncak harus bangun," tutupnya. (Diskominfo
Puncak)