Pemkab Puncak & Yayasan Binterbusih Buka Beasiswa Puncak Cerdas 2026 Angkatan II

K.F: Suasana saat ujian seleksi beasiswa Binterbushi angkatan ke-2, di Ruang SMA 1 Ilaga.
ILAGA –
Pemerintah Kabupaten Puncak kembali menggelar pertemuan dengan pihak Yayasan
Bina Taruna Indonesia Bumi Cendrawasih (Binterbusih) Semarang. Pertemuan ini
dilakukan dalam rangka perekrutan mahasiswa peserta program Beasiswa Puncak
Cerdas Tahun Anggaran 2026 bagi anak-anak asli Papua (OAP) asal Kabupaten
Puncak. Mewakili Pemerintah Daerah, Penjabat (Pj) Sekda Puncak, Nenu Tabuni,
memimpin langsung kegiatan yang berlangsung di Aula BPKAD Puncak, Ilaga, pada
Rabu (11/06/2026).
Perekrutan ini
merupakan angkatan kedua, setelah program serupa sukses berjalan pada tahun
2025 lalu. Kerja sama berkelanjutan dengan Yayasan Binterbusih Semarang ini
berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas dan daya saing generasi muda asli
Kabupaten Puncak.
Pj Sekda Puncak,
Nenu Tabuni, menjelaskan bahwa kriteria utama penerima Beasiswa Puncak Cerdas
ini diprioritaskan bagi anak-anak asli Papua asal Kabupaten Puncak. Mengingat,
sumber dana program berasal dari Dana Otonomi Khusus (Otsus). Program ini juga
merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati untuk menyekolahkan
anak-anak daerah ke jenjang perguruan tinggi.
"Bagi
anak-anak yang menyelesaiakan studi SMA, kita rekrut untuk dikuliahkan melalui
yayasan. Ada dua yayasan yang bekerja sama dengan Pemda Puncak, yaitu Yayasan
Binterbusih Semarang dan Yayasan Maga Edukasi Jayapura. Selain itu, kami juga
bermitra dengan Politehnik Kesehatan (Polteks) Jayapura, khusus untuk
pendidikan kesehatan, terutama di bidang Gizi dan Analis Kesehatan," ujar
Nenu.
"Untuk
pendidikan di Poltekkes, saat ini sudah ada 91 anak yang kita sekolahkan dan
setahun ke depan mereka akan lulus. Tahun ini, kami juga akan membuka kembali
perekrutan untuk masuk ke sekolah tersebut," tambahnya.
Nenu menambahkan,
khusus untuk jalur Yayasan Binterbusih Semarang, para peserta wajib mengikuti
tes tertulis dan tes kesehatan. Setelah dinyatakan lulus, mereka akan
diberangkatkan ke Semarang untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan
tinggi yang telah bermitra dengan pihak yayasan.

Menariknya,
perekrutan beasiswa tahun ini juga memberikan ruang inklusif bagi anak-anak
dari warga Nusantara yang lahir, tumbuh, dan orang tuanya mengabdi di Kabupaten
Puncak. Pemerintah bersama DPRK Puncak mengambil kebijakan untuk memberikan
kuota khusus kepada mereka.
"Syaratnya,
orang tua mereka telah mengabdi di atas 10 tahun di Kabupaten Puncak, serta
diperkuat dengan dokumen KTP dan Kartu Keluarga (KK) Puncak. Pemerintah akan
membiayai mereka agar mendapatkan pendidikan yang layak melalui program
Beasiswa Puncak Cerdas ini," tegas Nenu.

Pada kesempatan
yang sama, Ketua Yayasan Binterbusih Semarang, Pascalis Abner, menyebutkan
bahwa pada angkatan kedua tahun 2026 ini, jumlah pendaftar yang ikut seleksi
melonjak hingga 428 orang calon mahasiswa. Pihaknya berharap kualitas lulusan
tahun ini bisa lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya.
"Harapan
kita, pemenuhan jurusan disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang mendesak,
seperti tenaga guru. Saya berharap di angkatan kedua ini, kuota kelulusan untuk
calon guru bisa meningkat. Kebutuhan mendesak lainnya adalah tenaga kesehatan,
seperti dokter, apoteker, analis kesehatan, hingga ahli gizi. Lewat Beasiswa
Puncak Cerdas ini, kita arahkan mahasiswa masuk ke jurusan yang tepat agar saat
lulus nanti, mereka bisa langsung ditempatkan membangun daerah," jelas
Pascalis.
Pascalis
memaparkan, saat ini sudah ada 119 mahasiswa asal Puncak yang berada di Jawa.
Sebanyak 77 mahasiswa di antaranya telah masuk ke kelas reguler, sementara 44
mahasiswa lainnya sedang menyelesaikan program matrikulasi dan siap menyusul ke
kelas reguler tahun ini.
Dukungan penuh
juga dirasakan oleh para peserta. Salah satu peserta tes, Junias Numang,
menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten
Puncak, khususnya Bupati dan Wakil Bupati. Menurutnya, program ini menjadi
jembatan besar bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk
menggapai cita-cita.
"Melalui
program ini, saya dan teman-teman bisa mewujudkan mimpi. Keterbatasan ekonomi
keluarga kini bukan lagi penghalang berkat adanya Beasiswa Puncak Cerdas,"
ungkap Junias.
Sebagai
informasi, proses seleksi tertulis dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Juni
2026. Sementara itu, tes kesehatan akan dilaksanakan pada 15–18 Juni 2026 oleh
tim medis RSUD Ilaga.
Terdapat tujuh
instrumen tes kesehatan yang akan dilakukan, meliputi tes darah lengkap, tes
kehamilan, tes HIV, TBC, serta beberapa indikator kesehatan lainnya. Hasil
kelulusan akhir akan diumumkan resmi pada 20 Juni 2026. Peserta yang dinyatakan
sehat dan lulus seleksi nantinya akan dilepas secara resmi oleh Bupati Puncak
untuk melanjutkan studi ke Pulau Jawa dan sekitarnya. (Diskominfo Puncak)