Menerobos Medan Berat, PMI Puncak dan Puncak Jaya Buka Posko di Distrik Kembru layani ratusan Warga Pengungsi

K.F: Ketua PMI Kab.Puncak Elpina Kogoya dan Tim PMI Puncak Jaya Puncak saat melakukan pelayanan terhadap pengungisi di daerah terdampak.
MULIA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak dan PMI Kabupaten Puncak Jaya melakukan aksi kemanusiaan dengan menerobos wilayah terdampak konflik bersenjata untuk memberikan bantuan bagi warga sipil. Tim yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI Puncak, Ny. Elpina Kogoya, dan Ketua PMI Puncak Jaya, Nelson Wonda, tiba di lokasi terdampak pada Minggu (19/4/2026).
Rombongan menempuh perjalanan darat selama lebih dari enam jam dari Mulia menuju ke dua kampung yang berdampak akibat konflik bersenjata, yaitu kampung Tenoti Distrik Kembru dan kampung Kumikomo, Distrik Megeabume, Kabupaten Puncak. Medan yang dilalui tergolong berat dengan kondisi jalan rusak dan kubangan lumpur yang dalam.

Berdasarkan informasi dari Kepala Kampung Tenoti, Danggi Walia, konflik yang terjadi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Tercatat 10 orang meninggal dunia dan telah dimakamkan secara adat (kremasi). Mirisnya, salah satu korban adalah ibu hamil tua, sehingga bayi dalam kandungannya pun turut meninggal dunia.
"Selain korban jiwa, tiga orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian. Warga lainnya yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke RSUD Mulia," ujar Danggi.
Ketakutan menyelimuti warga di Kampung Kumikomo (Distrik Mageabume) dan Kampung Tenoti (Distrik Kembru). Sebagian besar penduduk memilih mengungsi ke hutan atau kampung tetangga. Saat ini, tercatat sekitar 60 warga mengungsi di Kampung Manggaleme dan sekitar 100 orang di Kampung Tirineri, Distrik Yambi.
Setibanya di lokasi, Tim PMI segera mendirikan dua posko darurat, yakni di Kampung Tenoti (Distrik Kembru) dan Kampung Tirineri (Distrik Yambi),Kabupaten Puncak Jaya, karena sebagian warga dari dua kampung yang menjadi lokasi konflik ada mengunggi ke daerah ini. Tim yang terdiri dari dokter dan perawat ini langsung memberikan pemeriksaan kesehatan dan menyalurkan bantuan berupa sembako, biskuit, kopi, gula, serta tenda pengungsian.

Proses penanganan sempat terkendala karena warga masih trauma dan bersembunyi di hutan. Namun, setelah berkoordinasi dengan kepala kampung, warga perlahan mulai berkumpul untuk mendapatkan pengobatan.
Salah satu warga, Mama Ita Walia, memberikan kesaksian dengan penuh tangis mengenai kejadian yang mereka alami pada Selasa (14/4) lalu. Ia berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera turun tangan melihat kondisi mereka.
"Kami hanya ingin tinggal dengan tenang di tempat kami sendiri. Kami mohon pemerintah datang lihat kami," ungkapnya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Ketua PMI Puncak, Elpina Kogoya, tak kuasa menahan air mata saat melihat kondisi ibu-ibu dan anak-anak yang harus memikul ternak dan alat dapur sambil menggendong anak untuk menyelamatkan diri.
"Kami hadir agar mereka tidak merasa sendiri dalam suasana duka ini. Meskipun memiliki keterbatasan, PMI berkomitmen memberikan penanganan awal dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan," tegas Elpina.
Kata Elpina Kogoya kehadiran tim PMI juga membawa obat-obatan dan sembilan bahan pokok, dan langsung membuka posko di kampung-kampung yang terkena dampak,sehingga masyarakat tidak merasa takut dan mereka bisa dilayani kesehatannya.
“Saya sedih sekali, melihat warga disini, dampak dari komflik ini, mama-mama dan anak-anak yang menjadi korban,dalam perjalanan kami menemukan mama-mama mengungsi, membawa alat-alat dapur, ternak mereka, mama-mama pikul anaknya, mereka keluar dari kampungnya, mencari tempat yang lebih aman, karena mereka takut, sedih sekali,” ungkapnya dengan meneteskan air mata.
“Kami baru kolabariosi sejak sabtu dengan PMI Puncak Jaya, sudah membangun Visi kemanusiaan untuk masyarakat, dan ini hari kedua, gabung dengan PMI Puncak jaya, didalam PMI tidak ada batas, kami punya hati yang sama untuk masyarakat disini,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua PMI Puncak Jaya, Nelson Wonda mengatakan saat ini warga masyarakat di kampung-kampung yang terkena dampak ini, membutuhkan pertolongan, sehingga dirinya berharap agar semua pihak, segera membantu masyarakat yang terkena dampak, harus ada satu hati, untuk aksi kemanusiaan bagi masyarakat korban ini.
“Kami akan buka posko disini dan saya sendiri akan tingggal disini, bersama beberapa tim, ada dokter dan perawat, kami akan memberikan pertolongan bagi warga disini, jika dalam pemeriksaan membutuhkan penangan lebih lanjut, maka kami akan antar turun ke rumah sakit, untuk menjalani pelayanan lebih lanjut,” tukasnya.
“Saya mau sampaikan bahwa warga disini mereka sudah bersatu dengan alam disini, jangan kita ganggu mereka, biarkan mereka berkembang, mereka harus aman di alamnya, jangan buat mereka untuk pergi dari alamnya, warga masyarakat disini nyawa mereka berharga, semua sama di mata Tuhan,” ungkapnya. (Diskominfo Puncak)