Respons Cepat Bencana Ekstrem, Pemkab Puncak Kucurkan Bantuan Beras kepada warga


K.F: Penyerahan Bantuan Beras kepada warga yang terkena bencana kemarau akibat El Nino, secara simbolis oleh Pj. Sekda Puncak di Halaman Guest House Elvis Tabuni, Gome.

GOME — Sebagai bentuk respons cepat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak mengucurkan bantuan beras darurat sebanyak 1.300 ton secara bertahap bagi warga yang terdampak fenomena El Nino. Penyaluran bantuan ini direncanakan berlangsung mulai saat ini hingga Desember mendatang.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Penjabat (Pj.) Sekda Puncak, Nenu Tabuni, mewakili Bupati Puncak, di halaman Guest House Elvis Tabuni, Gome, Kabupaten Puncak, Senin (24/8/2026).

Turut hadir dalam penyerahan beras tersebut,  Asisten II Sekda, para Staf Ahli, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, Otto Alom.

Keputusan penanganan bencana ini diambil menindaklanjuti rapat koordinasi melalui Zoom antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan para bupati se-provinsi. Menghadapi ancaman ganda berupa kekeringan dan embun beku yang merusak ladang ubi warga, Nenu Tabuni menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret.

Untuk diketahui,Fenomena hujan es dan embun salju ekstrem di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, telah merusak total tanaman pangan lokal masyarakat, seperti ubi-ubian dan sayuran. Kejadian ini memicu gagal panen serta ancaman krisis pangan di beberapa distrik, sehingga Pemkab Puncak menetapkan status tanggap darurat bencana sejak Senin (21/8/2026).


"Hari ini kita sudah sepakat dalam rapat untuk menetapkan status tanggap darurat. Pemkab Puncak menjamin ketersediaan pangan masyarakat melalui cadangan beras sebesar 1.300 ton hasil koordinasi dengan Bappenas. Stok beras tersebut saat ini sudah berada di Bulog Timika dan akan kita salurkan secara bertahap sampai bulan Desember," tegas Nenu Tabuni.

Nenu menambahkan, Pemkab Puncak sebelumnya telah bergerak menyalurkan bantuan sejak Juni lalu ke tiga distrik yang lebih awal terdampak kekeringan dan embun beku.

"Distrik yang sudah kita bantu sebelumnya adalah Distrik Agandugume, Distrik Lambewi, dan Distrik Oneri. Mereka terkena dampak hujan es, sehingga pada bulan Juni, Juli, dan Agustus lalu kami sudah memberikan bantuan," lanjut Nenu.

Namun, sejak 18 Agustus pekan lalu, dampak fenomena ini meluas ke beberapa distrik di sekitar Ibu Kota Kabupaten. Distrik yang turut terdampak hujan es dan musibah kebakaran tersebut antara lain Distrik Ilaga, Gome, Omukia, Gome Utara, Mambugi, Ilaga Utara, Amungkalpia, dan Erelmakawia.

"Oleh karena itu, hari ini kami menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada perwakilan masyarakat untuk warga di delapan distrik terdampak tersebut," jelaskannya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, Otto Alom, menyampaikan bahwa untuk tahap awal di Distrik Gome, pihak dinas telah menyiapkan alokasi khusus. Pendistribusian akan dilanjutkan secara bertahap ke distrik lainnya.

"Hari ini kami siapkan 15 ton beras untuk 11 gereja dan 11 kampung di Distrik Gome. Setiap gereja atau kampung mendapatkan alokasi 150 sak atau setara 1,5 ton beras. Besok pendistribusian akan kami lanjutkan ke 5 distrik lainnya," ungkap Otto Alom.

Melalui sinergi antara Pemkab Puncak, Pemprov Papua Tengah, Bappenas, dan Bulog Timika, pemerintah optimistis krisis pangan di wilayah Puncak dapat teratasi dengan baik hingga kondisi iklim kembali normal. (Diskominfo Puncak)